Setelah beberapa lama kau akan mengerti perbedaan tipis antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa, dan kau akan mengerti bahwa cinta bukan berarti bersandar dan teman bukan berarti aman, dan kau mulai mengerti bahwa ciuman bukanlah kontak, dan hadiah bukanlah janji, dan kau mulai menerima kekalahanmu sambil mengangkat kepala dan membuka mata, dengan kelapangan dada seorang dewasa, bukan kesedihan seorang anak, dan kau belajar membangun semua jalanmu hari ini karena tanah hari esok sangat tak pasti, sulit direncanakan.
Setelah beberapa lama kau mengerti bahwa sinar mentari pun akan membakarmu jika berlebihan.
Jadi, tanamilah kebunmu dan hiasilah jwamu, jangan menunggu orang lain membawa bunga untukmu.
Dan kau mengerti bahwa kau bisa bertahan, bahwa kau sebenarnya kuat, dan kau sebenarnya berharga.
Tampilkan postingan dengan label Soul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soul. Tampilkan semua postingan
Jumat, Oktober 09, 2009
Hiduplah dengan Hidupmu
Cinta...
Bukan bagaimana kita mengagumi...
Melainkan menyayangi...
Bukan bagaimana kita memiliki...
Melainkan melihatnya bahagia...
Bukan bagaimana kita mendustai...
Melainkan bagaimana bersikap jujur...
Bukan bagaimana kita mengharapkan...
Melainkan memberikan...
Bukan bagaimana kita menyesalkan...
Melainkan merelakan...
Satu keikhlasan memberikan satu kasih sayang...
Satu kerelaan memberikan satu kebahagiaan..
Satu pengorbanan memberikan satu keindahan...
Keiklasan, kerelaan, kejujuran, pengorbanan..
Membawa hidupmu menjadi bermakna...
Tak perlu takut akan kesedihan..
Tak perlu takut akan kesusahan..
Takutlah pada kebahagian yang menjerumuskan hidupmu...
Tak perlu takut akan hidup ini..
Karena memang inilah hidup...
Ragam persoalan menjadikan bumbu di dalamnya...
Hadapilah hidup dengan kehidupan yang hidup...
Karena kehidupan membutuhkan hidup yang hidup...
Bukan bagaimana kita mengagumi...
Melainkan menyayangi...
Bukan bagaimana kita memiliki...
Melainkan melihatnya bahagia...
Bukan bagaimana kita mendustai...
Melainkan bagaimana bersikap jujur...
Bukan bagaimana kita mengharapkan...
Melainkan memberikan...
Bukan bagaimana kita menyesalkan...
Melainkan merelakan...
Satu keikhlasan memberikan satu kasih sayang...
Satu kerelaan memberikan satu kebahagiaan..
Satu pengorbanan memberikan satu keindahan...
Keiklasan, kerelaan, kejujuran, pengorbanan..
Membawa hidupmu menjadi bermakna...
Tak perlu takut akan kesedihan..
Tak perlu takut akan kesusahan..
Takutlah pada kebahagian yang menjerumuskan hidupmu...
Tak perlu takut akan hidup ini..
Karena memang inilah hidup...
Ragam persoalan menjadikan bumbu di dalamnya...
Hadapilah hidup dengan kehidupan yang hidup...
Karena kehidupan membutuhkan hidup yang hidup...
Bukalah Hatimu
Dikisahkan, ada seorang anak muda yang merasa
dirinya tidak bahagia. Setiap hari, dari jendela
kamarnya dia melihat taman dan pemandangan
alam yang sangat indah, orang berlalu lalang,
anak-anak bermain dengan gembira. Tetapi
fenomena itu tidak membuat hatinya bahagia.
Justru dia tidak mengerti, mengapa orang-orang
di luar sana bisa tertawa-tawa bersama atau
setidaknya menunjukkan wajah yang gembira.
Karena melihat keadaan di sekitarnya, atinya yang
hambar, terusik pada pertanyaan, "Apa rahasia
bahagia?"
Demi mendapatkan jawaban tersebut, si pemuda
memutuskan keluar dari kamarnya dan mulai
bertanya kepada siapa saja yang mungkin bisa
memberi jawabannya.
"Maaf Pak, saya mau bertanya, dari mana bahagia
itu?" tanyanya kepada seorang bapak yang
tampak gembira melihat anak-anak yang sedang
berlarian.
"Bahagia? Dari mana datangnya? Lihat saja anak-
anak itu," jawab si bapak santai. Si pemuda
mencermatinya dan tidak mengerti mengapa
melihat anak-anak itu adalah kebahagiaan.
Dia pun berjalan terus dan berusaha bertanya ke
beberapa orang lainnya tetapi tetap saja tidak
menemukan jawabannya, apa dan bagaimana
bahagia itu. Hingga tibalah dia di depan rumah
seorang petani yang sedang beristirahat sambil
meniup seruling dengan nikmatnya.
Si pemuda menunggu sampai lagunya selesai
dan mengajukan pertanyaan yang sama. "Ayo,
masuklah kemari," si petani mempersilakan si
pemuda
dengan ramah.
"Bapak sedang membuat seruling baru. Lihatlah!
Begini caranya." Tangannya pun sibuk
memperagakan memilih bambu, mengusap dan
membersihkan bulu-bulu halusnya dengan
cermat. "Setelah bersih, kini saatnya meratakan
dan kemudian melubanginya."
"Bapak, saya kemari bukan belajar membuat
suling dan apa hubungannya semua ini dengan
kebahagiaan?" tanya si pemuda dengan kesal.
"Anak muda, jangan marah dulu. Perhatikan dulu
apa yang hendak Bapak jelaskan. Bambu sekecil
ini bisa mendatangkan nada yang indah,
rahasianya ada di lubang-lubang kecil ini. Nah,
sama dengan kebahagiaan yang kamu tanyakan.
Buatlah lubang dan biarkan dia terbuka di dalam
hatimu. Karena tanpa kamu pernah membuka
hati, sama halnya kamu tidak pernah memberi
kesempatan pada hatimu sendiri dan selamanya
kamu tidak akan mengenal, apa itu bahagia.
Mudah kan? Apakah kau mengerti?"
"Ya Pak, saya mengerti. Terima kasih."
Para pembaca yang budiman,
Merasa senang dan bahagia adalah keadaan hati.
Seringkali kita melihat ataupun mendengar
banyak orang yang memiliki harta berlimpah
tetapi hidup tidak bahagia. Ada pula orang yang
hidupnya biasa-biasa saja, tetapi tampak sekali
kebahagiaan melingkupinya.
Membuka hati berarti bisa menerima
keadaan apapun kita hari ini, namun TETAP
berikhtiar mengejar mimpi yang kita
harapkan. Mampu menikmati hidup ini
secara positif dan bernilai bagi diri sendiri
maupun bagi orang lain. Dengan sikap
mental hidup seperti itu, PASTI setiap saat
kita bisa menikmati kebahagian secara
alami. By: ANDRIE WONGSO
dirinya tidak bahagia. Setiap hari, dari jendela
kamarnya dia melihat taman dan pemandangan
alam yang sangat indah, orang berlalu lalang,
anak-anak bermain dengan gembira. Tetapi
fenomena itu tidak membuat hatinya bahagia.
Justru dia tidak mengerti, mengapa orang-orang
di luar sana bisa tertawa-tawa bersama atau
setidaknya menunjukkan wajah yang gembira.
Karena melihat keadaan di sekitarnya, atinya yang
hambar, terusik pada pertanyaan, "Apa rahasia
bahagia?"
Demi mendapatkan jawaban tersebut, si pemuda
memutuskan keluar dari kamarnya dan mulai
bertanya kepada siapa saja yang mungkin bisa
memberi jawabannya.
"Maaf Pak, saya mau bertanya, dari mana bahagia
itu?" tanyanya kepada seorang bapak yang
tampak gembira melihat anak-anak yang sedang
berlarian.
"Bahagia? Dari mana datangnya? Lihat saja anak-
anak itu," jawab si bapak santai. Si pemuda
mencermatinya dan tidak mengerti mengapa
melihat anak-anak itu adalah kebahagiaan.
Dia pun berjalan terus dan berusaha bertanya ke
beberapa orang lainnya tetapi tetap saja tidak
menemukan jawabannya, apa dan bagaimana
bahagia itu. Hingga tibalah dia di depan rumah
seorang petani yang sedang beristirahat sambil
meniup seruling dengan nikmatnya.
Si pemuda menunggu sampai lagunya selesai
dan mengajukan pertanyaan yang sama. "Ayo,
masuklah kemari," si petani mempersilakan si
pemuda
dengan ramah.
"Bapak sedang membuat seruling baru. Lihatlah!
Begini caranya." Tangannya pun sibuk
memperagakan memilih bambu, mengusap dan
membersihkan bulu-bulu halusnya dengan
cermat. "Setelah bersih, kini saatnya meratakan
dan kemudian melubanginya."
"Bapak, saya kemari bukan belajar membuat
suling dan apa hubungannya semua ini dengan
kebahagiaan?" tanya si pemuda dengan kesal.
"Anak muda, jangan marah dulu. Perhatikan dulu
apa yang hendak Bapak jelaskan. Bambu sekecil
ini bisa mendatangkan nada yang indah,
rahasianya ada di lubang-lubang kecil ini. Nah,
sama dengan kebahagiaan yang kamu tanyakan.
Buatlah lubang dan biarkan dia terbuka di dalam
hatimu. Karena tanpa kamu pernah membuka
hati, sama halnya kamu tidak pernah memberi
kesempatan pada hatimu sendiri dan selamanya
kamu tidak akan mengenal, apa itu bahagia.
Mudah kan? Apakah kau mengerti?"
"Ya Pak, saya mengerti. Terima kasih."
Para pembaca yang budiman,
Merasa senang dan bahagia adalah keadaan hati.
Seringkali kita melihat ataupun mendengar
banyak orang yang memiliki harta berlimpah
tetapi hidup tidak bahagia. Ada pula orang yang
hidupnya biasa-biasa saja, tetapi tampak sekali
kebahagiaan melingkupinya.
Membuka hati berarti bisa menerima
keadaan apapun kita hari ini, namun TETAP
berikhtiar mengejar mimpi yang kita
harapkan. Mampu menikmati hidup ini
secara positif dan bernilai bagi diri sendiri
maupun bagi orang lain. Dengan sikap
mental hidup seperti itu, PASTI setiap saat
kita bisa menikmati kebahagian secara
alami. By: ANDRIE WONGSO
Langganan:
Postingan (Atom)